Sabtu, 19 Januari 2013

Berikut ini adalah proses mengenai pembuatan aci atau pati berbahan singkong atau ubi.

4 komentar:

  1. Sebelum melakukan proses pembuatan,terlebih dahulu adalah pemilihan bahan baku singkong itu sendiri,disini penulis tidak mejelaskan proses pembuatan aci dalam jumlah yang sedikit,namun akan menjelaskan proses pembuatan aci yang dalam jumlah besar,bisa mencapai 20ton,30ton atau bahkan bisa lebih dari bahan baku singkong tersebut.
    Oh ya,karena untuk pembuatan aci dalam jumlah yang besar/banyak,maka dipilih pula singkong yang berumbi besar,singkong seperti ini ditanam penduduk dengan jangka waktu sekitar 6bulan,barulah bisa dipanen,namun singkong ini juga perlu diwaspadai,karena mengandung racun maka tidak boleh dikonsumsi secara langsung,sebab pernah kejadian ada anak yang meninggal setelah memakan singkong jenis ini.
    Setelah pemilihan bahan baku singkong,untuk selanjutnya adalah proses penimbangan,hal ini damaksudkan supaya diketahui pula hasil acinya nanti.
    Setelah proses penimbangan singkong selesai,untuk selanjutnya adalah singkong di masukkan pada alat yang disebut gelebeg (alat ini bentuknya bulat panjang,diameternya sekitar 2m,dan panjangnya sekitar 5m,alat ini terbuat dari kayu dan bambu yang tata jarang jarang dengan lubang untuk masuk dan keluar singkong,fungsi alat ini adalah untuk membersihkan singkong dari kotoran tanah,pasir atau apapun yang menempel pada singkong ) setelah singkong dimasukkan,gelebeg diputar dengan kecepatan secukupnya sambil terus disiram air.
    setelah bersih,proses selanjutnya adalah pemarudan,dimana singkong dimasukkan pada alat yang disebut parud,alat parud ini berbentuk silinder,dengan diameter sekitar 0.5m dan lebar sekitar 0.25m, alat ini terdapat banyak gergaji untuk memarud singkong,alat ini juga diputar dengan mesin pemutar dengan kecepatan rotasi atau pemutaran yang sangat tinggi,setelah singkong dimasukkan pada alat atau mesin parud dengan sambil terus disiram air bersih,maka untuk selanjutnya adalah proses penyaringan.Untuk proses ini,setelah singkong yang tadi telah diparud,dimasukkan lagi pada alat yang disebut gelebeg juga,namun beda dengan gelebeg yang telah penulis sebutkan di awal tadi,untuk gelebeg kali ini diameternya sekitar 2.5m, dan panjangnya 10m, dengan lubang di kedua ujung,dan sekelilingnya dipasang alat saring,semacam kain kasa,singkong yang telah diparud dimasukkan pada alat gelebeg ini sambil gelebeg terus diputar oleh alat pemutar dan terus menerus sambil disiram air.Untuk proses kali ini menghasilkan dua bagian,bagian yang pertama adalah yang disebut dengan onggok,onggok ini adala sisa aci yang tidak lolos proses,keberadaan onggok ini sekitar 90 persen dibanding dengan hasil aci,di onggok ini pula keberadaan racun singkong yang telah penulis sebutkan di awal proses,dan kegunaan onggok ini adalah selain sebagai pakan ternak binatang piaraan babi,bisa pula sebagai bahan baku pembuatan obat nyamuk bakar (kata orang ).
    Kembali pada aci yang bercampur air,masuk lagi pada proses penyaringan yang disebutdengan alat ayakan, alat ayakan ini bentuknya empat persegi panjang,dengan panjang sekitar 3m dan lebar sekitar 1m,yang dilapisisi semacam kain kasa untuk proses penyaringan,alat ini jumlahnya ada dua buah,fungsi dan cara kerjanyapun sama yaitu aci basah yang becampur air disiramkan pada alat ayakan yang pertama ini sambil terus digoyang goyang oleh mesin,lalu hasilnya disiramkan lagi pada alat ayakan yang kedua dengan proses yang sama.
    Setelah aci dihasilkan,karena masih basah dan bercampur dengan air maka ditampung pada bak penampungan lalu dibiarkan semalaman atau sekitar 12jam.

    BalasHapus
  2. Setelah aci cair didiamkan dalam bak penampungan selama sekitar 12jam,maka aci akan mengendap ke dasar bak penampungan dan airnyapun hilang dengan sendirinya.
    Lalu setelah aci lembab tersebut diambil,untuk selanjutnya ada proses penjemuran,aci dijemur dibawah terik sinar matahari sampai kering,setelah benar benar kering,lalu diangkat untuk dimasukkan kedalam wadah penampungan.
    Aci kering yang telah berada pada wadah penampungan selanjutnya dimasukkan pada karung karung yang lalu ditimbang,untuk selanjutnya aci kering tersebut dikirim ke kota untuk diproses selanjutnya.
    Kalau tidak salah salah satunya adalah untuk bahan pembuatan makanan yang disebut semprong (ini kata orang jawa ).
    Nah demikianlah proses pembuatan aci ini,semoga bermanfaat,siapa tahu ada yang mau membuatnya,atau setidaknya untuk pengetahuan mengenai cara dan proses pembuatan aci berbahan singkong...Sekian.........

    BalasHapus
  3. Kalau tidak salah nama lain dari aci atau pati adalah tepung tapioka.

    BalasHapus
  4. Oh ya ada hal yang terlewat bahwa,sebelum melalui berbagai proses pembuatan,maka singkong atau ubi harus dikupas terlebih dahulu.
    Dan yang kedua bahwa,diameter bak penampungan aci yang masih bercampur dengan air panjang 50m X lebar 10m X tinggi 50cm.
    Ada koreksi mengenai keberadaan air yang bercampur dengan aci,yaitu apabila aci basah telah mengendap maka air bukan hilang dengan sendirinya,melainkan dialirkan Untuk dibuang.
    Keberadaan parik pengolahan tepung tapioka harus berdekatan dengan sungai ataupun kali,ini dimaksudkan supaya terpenuhinya pasokan air secara cukup ketika selama proses pembuatan tepung.
    Namun perlu kebijaksanaan dari pemilik pabrik ini supaya tidak membuang limbah aci ke sungai tersebut,karena bisa mencemari air kali.
    Jadi apabila hendak membuang air limbah ke sungai,maka harus disaring terlebih dahulu supaya air limbahnya tidak terlalu kotor.

    BalasHapus